SELAMAT DATANG DI BLOG IKPMR-CIPUTAT!!!.

Senin, 25 Januari 2010

Font Kota Pekanbaru

Mesjid Raya dan Makam Marhum Bukit serta Makam Marhum Pekan. Mesjid Raya Pekanbaru terletak di Kecamatan Senapelan memiliki arsitektur tradisional yang amat menarik dan merupakan mesjid tertua di Kota Pekanbaru. Mesjid ini dibangun pada abad 18 dan sebagai bukti Kerajaan Siak pernah berdiri di kota ini pada masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai sultan keempat dan kelima dari Kerajaan Siak Sri Indrapura. Di areal Mesjid terdapat sumur mempunyai nilai magis untuk membayar zakat atau nazar yang dihajatkan sebelumnya. Masih dalam areal kompleks mesjid kita dapat mengunjungi makam Sultan Marhum Bukit dan Marhum Pekan sebagai pendiri kota Pekanbaru. Marhum Bukit adalah Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-4) memerintah tahun 1766 – 1780, sedangkan Marhum Bukit sekitar tahun 1775 memindahkan ibukota kerajaan dari Mempura Siak ke Senapelan dan beliau mangkat tahun 1780.


Balai Adat Riau terletak di Jl. Diponegoro Pekanbaru. Dibangun dan didesain dengan variasi warna dan ukiran motif yang bercirikan khas Melayu. Balai Adat ini dibangun untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat resmi Melayu Riau. Arsitekturnya yang khas melambangkan kebesaran budaya Melayu Riau. Bangunan terdiri dari dua lantai, di lantai atas terpampang dengan jelas beberapa ungkapan adat dan pasal-pasal Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Di kiri dan kanan pintu masuk ruangan utama dapat kita baca pasal 1 - 4, sedangkan pasal 5 – 12 terdapat di bagian dinding sebelah dalam ruangan utama.


Taman Rekreasi Danau Buatan Lembah Sari berlokasi di Kecamatan Rumbai Pekanbaru. Limbungan adalah danau buatan berupa bendungan irigasi terletak kurang lebih 10 kilometer dari kota Pekanbaru. Pemandangan alam sekitar danau dengan panorama yang indah, sejuk, nyaman dan bukit-bukit yang ditumbuhi pepohonan, memungkinkan dikembangkan sebagai tempat atraksi wisata tirta seperti berenang, memancing, bersepeda air dan lain-lain.


Kolam Pancing Alam Mayang berlokasi di Jl. H. Imam Munandar, lebih kurang 8 Km dari pusat kota Pekanbaru Kecamatan Bukit Raya. Alam Mayang nama sebuah kolam atau sarana pemancingan ikan yang berlokasi di km 8 jalan Harapan Raya, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Tersedia tiga buah kolam dengan luas keseluruhannya 18.560 meter dan berbagai jenis ikan seperti ikan gurami, lemak, nila dan sepat siam,siap untuk kita bawa pulang bagi keluarga. Lebih menyenangkan lagi memancing bersama keluarga karena di areal kolam terdapat kantin kecil-kecilan. Terbuka kesempatan setiap hari bersantai di Alam Mayang dan sesekali kemampuan kita diuji pula dalam lomba memancing ikan.


Museum Sang Nila Utama terletak di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, museum ini menyimpan berbagai aneka koleksi benda-benda seni, budaya dan bersejarah propinsi Riau. Tidak jauh dari dari museum ini terdapat satu bangunan khas dengan arsitektur melayu yang kental yaitu Gedung Taman Budaya Riau, dimana gedung ini digunakan sebagai tempat untuk pagelaran berbagai kegiatan budaya dan seni melayu Riau, dan kegiatan-kegiatan lainnya.


Dekranasda Riau, terletak di ujung jalan Sisimangaraja, merupakan pusat cinderamata Riau terlengkap di Pekanbaru, segala macam aksesories dapat dijumpai seperti busana melayu, batik Riau, kain tenun dan songket, berbagai kerajinan kayu dan lain-lain


Mesjid Agung An-Nur merupakan mesjid propinsi dengan bentuk bangunan yang menarik dilengkapi tiang besar dan tinggi melambangkan kebesaran-Nya, terletak di pusat kota Pekanbaru, mempunyai fasilitas lengkap sebagai Islamic Centre serta dilengkapi pula taman yang indah dan luas.


Pasar Bawah terletak di utara Pekanbaru, yang merupakan pusat perbelanjaan barang-barang antik, aksesories rumah tangga dari dalam dan luar negeri, seperti keramik, karpet, lampu-lampu antik dan elektronik, pasar ini juga menyediakan barang-barang bekas yang mempunyai kualitas bagus.


Plaza Senapelan merupakan salah satu tempat wisata belanja yang selalu ramai dikunjungi, terletak di kawasan bisnis, persimpangan jalan Jendral Sudirman dan Teuku Umar, menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, makanan, handphone, pusat kebugaran, perlengkapan olahraga serta restoran dengan aneka makanan pilihan.


Plaza Citra terletak di persimpangan jalan Tuanku Tambusai dan Pepaya yang merupakan pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai macam produk antara lain: busana ekslusif modern atau busana muslim, aneka batik pilihan, kosmetika, aksesories pria dan wanita, olahraga juga terdapat pasar swalayan dan mau nontonpun ada. Datang aja ke sini!


Plaza Sukaramai kawasan yang memiliki lokasi strategis ini terletak di pusat kota jalan jend. Sudirman Pekanbaru, membuat pusat perbelanjaan Plaza Sukaramai ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah di Pekanbaru dan Riau umumya. Menyediakan berbagai macam pilihan kebutuhan untuk diberikan kepada orang-orang yang anda sayangi dengan harga yang relatif murah.


Mal Pekanbaru terletak di seberang Plaza Senapelan persimpangan jalan Jendral Sudirman dan Teuku Umar, merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang lengkap yang tidak hanya menyediakan busana, sepatu, perlengkapan sehari-hari kalangan atas, tetapi juga menyediakan semua kebutuhan berbagai lapisan. Food court, elektronik dan handphone yang relatif terjangkau serta swalayan yang menyediakan buah-buahan dan alat tulis kantor semakin menambah semaraknya Mal Pekanbaru.


Mal SKA merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang terletak di barat kota Pekanbaru, terdapat pertokoan yang menyediakan berbagai keperluan rumah tangga, makanan, peralatan kantor, olahraga, menyediakan busana modern, kosmetika dan restoran dengan aneka makanan pilihan.

Bagi yang hobi berolahraga khususnya golf, di Pekanbaru tersedia Padang Golf yang tersebar dibeberapa tempat, antara lain :
- Pekanbaru Golf Course Country Club, di Kubang, Kulim
- Simpang Tiga Golf Course, di Komplek AURI
- Rumbai Golf Course, di Complex IKSORA Rumbai


Arena Purna MTQ XVII berlokasi di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, tidak jauh dari kawasan bandar udara Sultan Syarif Kasim II (SSK II). Tempat dibangun untuk penyelenggaraan MTQ Nasional ke XVII, tahun 1994 yang lalu. Di arena ini kita dapat menikmati suasana santai yang mengasyikkan sambil menyantap berbagai macam makanan yang banyak di jual, mulai dari makanan ringan seperti jagung bakar, hingga makanan yang mengenyangkan ada tersedia di sini. Berbagai konser dan pentas seni juga dapat kita saksikan, baik di halaman purna MTQ ini maupun di dalam gedung/hall. Selain itu kita dapat pula berkeliling-keliling untuk melihat berbagai rumah adat setiap kabupaten dan kota se-propinsi Riau.


Taman Puteri Kaca Mayang berlokasi di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, tepatnya di depan kantor walikota Pekanbaru. Taman Puteri Kaca Mayang ini merupakan tempat rekreasi keluarga yang berada di jantung kota Pekanbaru, sehingga mudah dicapai dengan transportasi umum yang ada. Bagi anak-anak, arena ini cukup menarik perhatian karena di tempat ini mereka dapat menggunakan berbagai fasilitas hiburan yang ada seperti kolam renang, komedi putar, bombom car, dan masih banyak lagi permainan yang tentunya menyenangkan dan mengasyikkan. Untuk hari-hari libur, tempat ini selalu dipadati pengunjung yang datang baik dari kota Pekanbaru sendiri maupun dari luar daerah.
Baca Selengkapnya »

Sejarah Berdiriya Riau (Pekan Baru)

Sejarah Berdirinya Kota Pekan Baru

Nama Pekanbaru dahulunya dikenal dengan nama "Senapelan" yang pada saat itu dipimpin oleh seorang Kepala Suku disebut Batin. Daerah yang mulanya sebagai ladang, lambat laun menjadi perkampungan. Kemudian perkampungan Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki yang terletak di tepi muara sungai Siak.

Nama Payung Sekaki tidak begitu dikenal pada masanya melainkan Senapelan. PerkembanganSenapelan berhubungan erat dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Semenjak Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah menetap di Senapelan, beliau membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan perkampungan Senapelan. Diperkirakan istana tersebut terletak di sekitar Mesjid Raya sekarang. Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah mempunyai inisiatif untuk membuat Pekan di Senapelan tetapi tidak berkembang. Usaha yang telah dirintis tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu disekitar pelabuhan sekarang.


Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 21 Rajah 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi "Pekan Baharu" selanjutnya diperingati sebagai hari lahir Kota Pekanbaru. Mulai saat itu sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan mulai populer sebutan "PEKAN BAHARU", yang dalam bahasa sehari-hari disebut PEKANBARU.

Perkembangan selanjutnya tentang pemerintahan di Kota Pekanbaru selalu mengalami perubahan, antara lain sebagai berikut :

SK Kerajaan Besluit van Her Inlanche Zelf Bestuur van Siak No.1 tanggal 19 Oktober 1919, Pekanbaru bagian dari Kerajaan Siak yang disebut District.

Tahun 1931 Pekanbaru masuk wilayah Kampar Kiri dikepalai oleh seorang Controleur berkedudukan di Pekanbaru.

Tanggal 8 Maret 1942 Pekanbaru dikepalai oleh seorang Gubernur Militer disebut Gokung, Distrik menjadi Gun dikepalai oleh Gunco.

Ketetapan Gubernur Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 No.103 Pekanbaru dijadikan daerah otonom yang disebut Haminte atau Kota b.

UU No.22 tahun 1948 Kabupaten Pekanbaru diganti dengan Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru diberi status Kota Kecil.

UU No.8 tahun 1956 menyempurnakan status Kota Pekanbaru sebagai kota kecil.
UU No.1 tahun 1957 status Pekanbaru menjadi Kota Praja.

Kepmendagri No. Desember 52/I/44-25 tanggal 20 Januari 1959 Pekanbaru menjadi ibukota Propinsi Riau.

UU No.18 tahun 1965 resmi pemakaian sebutan Kotamadya.
UU No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah sebutan Kotamadya berubah menjadi Kota
Baca Selengkapnya »

Mandi Balimau

KEBUDAYAAN KABUPATEN KAMPAR
"Mandi Balimau nan Unik Sambut Bulan Suci Ramadhan"


Dua hari menjelang bulan suci Ramadhan datang, umat Islam Indonesia tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melaksanakan puasa selama satu bulan penuh. Salah satu persiapan yang unik dan bisa dijadikan sebagai agenda wisata jelang Ramadhan, adalah tradisi Balimau Kasai atau lebih sering disebut mandi balimau yang dilakukan masyarakat Kampar, Riau dan tradisi Balimau Pada di Pasaman, Sumatra Barat

Ada yang membuat beda Kabupaten Kampar dengan daerah lain, khususnya di Riau. Selain bahasanya yang unik(bahasa Ocu) di daerah ini ada sebuah tradisi sebelum memasuki bulan Puasa Ramadhan, yaitu tradisi Mandi Potang Balimau.

Dalam bahasa Ocu, kata Potang tersebut memiliki beberapa makna, pertama artinya “kemarin”, dan arti yang kedua adalah sore atau senja. Sedangkan Balimau artinya menggunakan Limau atau jeruk (jeruk nipis) yang telah iris dan direbus.

Jika diartikan, Mandi Potang Balimau adalah mandi yang dilakukan oleh masyarakat Kampar pada sore hari menjelang memasuki bulan suci ramadhan dengan menggunakan limau. Mandi Potang Balimau ini dilakukan di tepian sungai Kampar-sebuah sungai terpanjang di Riau, dengan airnya yang jernih.

Ada juga yang menyebutkan mandi balimau dengan sebutan mandi Balimau Kasai. Selain di Sungai Kampar, ada juga masyarakat yang melakukannya di rumah-rumah sendiri.

Digunakan Limau tujuannya adalah untuk membersihkan kulit kepala dari ketombe, membersihkan kuku jari kaki dan tangan. Sedangkan Kasai yang terbuat dari beras dan kunyit yang dihaluskan, berfungsi sebagai menghaluskan kulit dan muka. Mungkin zaman sekarang tepatnya disebut luluran.

Tradisi ini sudah lama dilakukan secara turun-temurun. Tidak ada yang tahu kapan persis adanya tradisi ini. Akan tetapi kemungkinan besar kegiatan tradisional ini telah dilakukan ratusan tahun yang lalu. Tapi mulai dijadikan sebagai sebuah even wisata sejak belasan atau 20 tahun yang lalu.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar menjadwalkan kegiatan “balimau paga”, satu tradisi masyarakat setempat menyambut bulan puasa menjadi agenda tahunan yang akan dipersiapkan secara matang agar dapat menjadi daya tarik wisata budaya agama dan adat di daerah pesisir pantai Sumatera Barat itu.

“Kita akan garap tradisi tahunan masyarakat ini, karena sangat uniq dan kita optimis bisa menjadi satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini,” kata Bupati Pessel, H Nasrul Abit, di Painan.

Sejumlah nagari di daerah pesisir pantai Sumbar itu, tiap tahun menggelar kegiatan tahunan “balimau paga” guna mensucikan diri menyambut bulan puasa. Tradisi tahunan itu salah satunya digelar di Sungai Batang Painan Kampung Painan Timur Nagari Painan Kecamatan IV Jurai, Pessel, Sumbar.

Dalam tradisi ini, sekitar 100-an lebih masyarakat berarak-arakan membawa tempat limau yang dihias menarik berisi aneka jenis tumbuhan wangi menuju satu tepian sungai.

Sesampai di tepian sungai itu, ada penyampaian ceramah agama dari kalangan ulama setempat dan selanjutnya warga terdiri dari seluruh elemen masyarakat mengusapkan limau tersebut ke kepala dan setelah selesai membuangnya ke aliran sugai itu.

Kegiatan itu dilakukan sore hari menjelang masuknya puasa pada esok harinya.

Menurut dia, sebagian daerah di Pessel kini masih mempertahankan tradisi unik menyambut puasa itu, namun seiring waktu maknanya sudah ada yang tidak sesuai aslinya.

Sebagian kalangan, katanya, justru salah arti makna tradisi “balimau paga”. Kegiatan “balimau paga”, katanya, bukan hanya pergi ke sungai dan mandi bersama, namun yang makna sebenarnya dari tradisi ini adalah pergi bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat seperti ulama, cerdik pandai, datuk, serta bundo kanduang sambil membawa limau (campuran air jeruk kasturi, jeruk nipis, potongan daun pandan serta kelopak bunga mawar) dalam sebuah tuduang (nampan) ke tepi sungai.

Sesampai di tepi sungai itu warga mendengarkan ceramah, mengusapkan limau kepala yang diartikan mensucikan diri dan saling bermaaf dengan sesama. “Jadi “balimau paga” ini bukan mandi-mandi bersama,” katanya.

Tradisi “balimau paga” satu upacara tradisional yang selalu dilakukan turun temurun oleh warga Pessel, khususnya Nagari Painan.
Baca Selengkapnya »

Kritik dan Saran

Halaman ini ada pemuatan ulang atas e-mail dari pembaca yang dikirimkan kepada redaksi melalui email kami.

Sebagai penghargaan atas apresiasi pengunjung yang telah mengirimkan email kepada kami, email tersebut kami tampilkan pada halamaman ini agar para pengunjung lainnya dapat membaca dan mengetahuinya.

Kirimkan tanggapan, saran, kritik dan masukan apapun juga melalui menu SARAN, terima kasih.

Nama
Alamat Email Kamu
Judul
Pesan
Verifikasi Image
captcha
Masukkan teks dari image di Samping :
[ Refresh Image ] [ What's This? ]


Baca Selengkapnya »

Download Alquran MP3

02 - An-Naas
03 - Al-Falaq
04 - Al-Ikhlash
05 - Al-Lahab
06 - An-Nashr
07 - Al-Kafirun
08 - Al-Kautsar
09 - Al-Maun
10 - Al-Quraisy
11 - Al-Fiil
12 - Al-Humazah
13 - Al-'Ashr
14 - At-Takatsur
15 - Al-Qari'ah
16 - Al-'Aadiyat
17 - Al-Zizal
18 - Al-Bayyinah
19 - Al-Qadr
20 - Al-'Alaq
21 - At-Tiin
22 - Al-Insyirah
23 - Adh-Dhuha
24 - Al-Lail
25 - Asy-Syams
26 - Al-Balad
27 - Al-Fajr
28 - Al-Ghasyiyah
29 - Al-A'la
30 - Ath-Thariq
31 - Al-Buruj
32 - Al-Insyiqaq
33 - Al-Muthaffifin
34 - Al-Infithar
35 - At-Takwir
36 - 'Abasa
37 - An-Nazi'at
38 - An-Naba'





























Posted by: (Syamsul Bahri, S.kom)
Baca Selengkapnya »

Download Lagu OCU

02.  Bakalaha-Uda
03.  Baleco-Rizal Ocu
04.  Batobo
05.  Bujang Ocu-Ade Astari
06.  Dedhy Ocu - BERCERAI MUDA
07.  Gulo-gulo Cucuok-Rizal Ocu
08.  Hanyo Untuok Ocu
09.  Jan Putuih Asa-Rio Astar
10.  Joget Uang Ocu-Amien Ambo
11.  Kado Ayu Mato-Sara Marta
12.  Kalau Ocu Datang-SuSi
13.  Ocu - Kutang Barendo
14.  Ocu Amin Ambo-Moncik Badasi
15.  Ocu Minta Mo'o-Amien Ambo
16.  Ocu Miskin-Rizal
17.  Ocu Pamaleh-Yanti Ahmad
18.  Ocu Panduto
19.  Ocu ta bayang-Yanti Ahmad
20.  Ocu-Come konai hoban
21.  Pulang Kampuong- Rio Astar
22.  Rio Astar - Cinta & Air Mata
23.  rio_astar_-_sepetak_kamar
24.  Rizal Ocu
25. Takonang Ocu deyen-Yanti Ahmad
26.  Tangih Dalam Golak-Rio Astar
27.  zaman saetu



































Posted by: (Syamsul Bahri, S.kom)
Baca Selengkapnya »

Download Takbiran

Takbiran Non Stop 2008 - 01 Takbiran (Part 1)
Takbiran Non Stop 2008 - 01 Takbiran (Part 2)
Takbiran Non Stop 2008 - 01 Takbiran (Part 3)
Takbiran Non Stop 2008 - 01 Takbiran (Part 4)
Takbiran Non Stop 2008 - 01 Takbiran (Part 5)







































Posted by: (Syamsul Bahri, S.kom)
Baca Selengkapnya »